Minggu, 10 November 2013

MENGETAHUI LEBIH DALAM MENGENAI STRESS


STRESS
Stress menurut Hans Selye tahun 1950 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak sfesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespons dengan tidak mampu terhadap tugas terebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Sebaliknya apabila seseorang dengan beban tugas yang berat tetapi mampu mengatasi beban tersebut dengan tubuh berespons dengan baik, maka orang itu tidak mengalami stress.

Pandangan stress sebagai stimulus
            Pandangan ini menyatakan stress sebagai suatu stimulus yang menuntut, dimana semakin tinggi basar tekanan yang dialami seseorang, maka semakin besar pula stress dialami. Pandangan ini didasari hokum elastic Hooke yang menjelaskan semakin berat beban satu logam, maka semakin besar pula stress yang dialami, melalui pandangan ini maka dianalogikan pada manusia apabila semakin basar tekanan yang dialami, semakin besar pula stress yang dialaminya.
Pandangan stress sebagai respons
            Mengidentifikasikan stress sebagai respons individu terhadap stressor yang diterima, dimana ini sebagai respons fisiologis dan emosional atau juga sebagai respons yang non-spesifik tubuh terhadap tuntutan lingkungan yang ada.
Pandangan stress sebagai transaksional
            Pandangan ini merupakan suatu interaksi antara orang dengan lingkungan dengan meninjau dari kemampuan individu dalam mengatasi masalah dan terbentuknyasebuah koping. Dalam interaksi dengan lingkungan ini dapat diukur situasi yang potensial mengandung stress dengan mengukur dari persepsi individu terhadap masalah, mengkaji kemampuan seseorang atau sumber-sumber yang tersedia yang diarahkan mengatasi masalah.
Ditinjau dari penyebabnya, maka stres dibagi menadi tujuh macam, di antaranya:
(1)               Stres fisik
Stress yang disebabkan karena keadaan fisik seperti karena temperature yang tinggi atau yang sangat rendah, suara yang bising, sinar matahari atau karena tegangan arus listrik.
(2)               Stres kimiawi
Stress ini disebabkan karena zatkimia seperti adanya obat-obatan, zat beracun asam basa, faktor hormon atau gas dan prinsipnya karena pengaruh senyawa kimia.
(3)               Stress mikrobiologik
Stres ini disebabkan karena kuman seperti adanya virus, bakteri atau parasit.
(4)               Stres fisiologik
Stres yang disebabkan karena gangguan fungsi organ tubuh diantaranya gangguan dari struktur tubuh, fungus jaringan, organ dan lain-lain.
(5)               Stres proses pertumbuhan dan perkembangan
Stres yang disebabkan karena proses pertumbuhan dan perkembangan seperti pada pubertas, perkawinan dan proses lanjut usia.
(6)               Stress priktis atau emosional
Stress yang disebabkan karena gangguan situasi fsikologis atau ketidakmampuan  kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri seperti hubungan interpersonal, sosial budaya atau faktor keagamaan.
Sumber Stres di Dalam Diri
Sumber stress dalam diri sendiri pada umumnya dikarenakan konflik yang terjadi antara keinginan dan kenyataan berbeda, Dalam hal ini adalah berbagai permasalahan yang terjadi yang tidak sesuai dengan dirinya dan tidak mampu diatasi, maka dapat menimbulkan suatu stress.
Sumber Stres di Dalam Keluarga
Stress ini bersumber dari masalah keluarga ditandai dengan adanya tujuan yang berbeda diantara keluarga permasalahan ini akan selalu menimbulkan suatu keadaan yang dinamakan stress.
Sumber Stres di Dalam Masyarakat dan Lingkungan
Sumber stress ini dapat terjadi di lingkungan atau masyarakat pada umumnya, seperti lingkungan pekerjaan, secara umum disebut sebagai stress pekerja karena lingkungan fisik, dikarenakan kurangnya adanya pengakuan di masyarakat sehingga tidak dapat berkembang.
FAKTOR PENGARUH RESPONS TERHADAP STRESSOR
(1)   Sifat Stressor
Sifat stressor merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses terhadap stressor. Sifat stressor ini dapat berupa tiba-tiba atau berangsur-angsur, sifat ini pada setiap individu dapat berbeda bergantung dari pemahaman tentang arti stressor.
(2)   Durasi Stressor
Lamanya stressor yang dialami klien akan mempengaruhi respons tubuh. Apabila stressor yang dialami lebih lama, maka respons yang dialaminya juga akan lebih lama dan dapat mempengaruhi fungsi tubuh yang lain.
(3)   Jumlah Stressor
Jumlah stressor yang dialami seseorang dapat menentukan respons tubuh. Semakin banyak stressor yang dialami seseorang, dapat menimbulkan dampak yang besar bagi fungsi tubuh juga sebaliknya dengan jumlah stressor yang dialami banyak dan kemampuan adaptasi baik, maka seseorang akan memiliki kemampuan dalam mengatasinya.
(4)   Pengalaman Masa Lalu
Pengalaman ini juga dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap stressor ysng dimiliki. Semakin banyak stressor dan pengalaman yang dialami dan mampu menghadapinya, maka semakin baik dalam mengatasinya sehingga kemampuan adaptifnya akan semakin baik pula.
(5)   Tingkat Perkembangan
Tingkat perkembangan pada individu juga dapat mempengaruhi respons tubuh dimana semakin matang dalam perkembangannya, maka semakin baik pula kemampuan untuk mengatasinya. Dalam perkembangannya kemampuan individu dalam mengatasi stressor dan respons terhadapnya berbeda-beda dan stressor yang dihadapinya pun berbeda yang dapat digambarkan sbb :

Tahap Perkembangan
Jenis Stressor
Anak
Konflik kemandirian dan ketergantungan orang tua; mulai sekolah; hubungan dengan teman sebaya; kompetisi dengan teman
Remaja
Perubahan tubuh; hubungan dengan teman; seksualitas; mandiri
Dewasa muda
Menikah; meninggalkan rumah; mulai bekerja; melanjutkan pendidikan; membesarkan anak
Dewasa tengah
Menerima proses menua; status sosial
Dewasa tua
Usia lanjut; perubahan tempat tinggal; penyesuaian diri masa pension; proses kematian

MANAJEMEN STRES
Pengaturan diet dan nutrisi
Pengaturan diet dan nutrisi merupakan cara yang efektif dalam mengurangi atau mengatasi stress melalui makan dan minum yang halal dan tidak berlebihan, dengan mengatur jadwal makan secara teratur, menu bervariasi, hindari makanan dingi dan menonton karena dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Istirahat dan tidur
Istirahat dan tidur merupakan obat yang baik dalam mengatasi stress karena dengan istirahat dan tidur yang cukup akan memulihkan keletihan fisik dan akan memulihkan keadaan tubuh. Tidur yang cukup akan memberikan kegairahan dlam hidup dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
Olahraga atau latihan teratur
Olahraga dan latihan teratur adlah salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan fisik maupun mental. Olahraga dapat dilakukan dengan cara jalan pagi, lari pagi minimal dua kali seminggu dan tidak perlu lama-lama yang penting menghasilakan keringat setelah itu mandi dengan air hangat untuk memulihkan kebugaran.
Berhenti merokok
Berhenti merokok adalah bagian dari cara menanggulangi stress karena dapat meningkatkan status kesehatan dan mempertahankan ketahanan dan kekebalan tubuh.
Tidak mengkonsumsi minuman keras
Minuman keras merupakan faktor pencetus yang dapat mengakibatkan terjadinya stress. Dengan tidak mengkonsumsi minuman keras, kekebalan dan ketahanan tubuh kan semakin baik, segala penyakit dapat dihindari karena minuman keras banyak mengandung alcohol.
Pengaturan waktu
Pengaturan waktu merupakan cara yang tepat dalm mengurangi dan menanggulangi stress. Dengan pengaturan waktu segala pekerjaan yang dapat menimbulkan kelelahan fisik dapat dihidari. Pengaturan waktu dapat dilakukan dengan cara menggunakan waktu secara efektif dan efisien serta melihat produktifitas waktu. Seperti menggunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu dan jangan biarkan waktu berlalu tanpamenghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Terapi psikofarmaka
Terapi ini dengan menggunakan obat-obatan dalam mengatasi stress yang dialami dengan cara memutuskan jaringan antara psiko neuro dan imunologi sehingga stressor psikososial yang dialami tidak mempengaruhi fungsi kognitif afektif atau psikomotor yang dapat mengganggu organ tubuh yang lain. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah anti cemas dan anti depresi.
Terapi somatic
Terapi ini hanya dilakukan pada gejala yang timbul akibat stress yang dialami sehingga diharapkan tidak dapat mengganggu system tubuh yang lain.
Psikoterapi
Terapi ini dengan menggunakan teknik psikologis yang disesuaikan dengan kebutuhan seseorang. Terapi ini dapat meliputi psikoterapi suportif dan psikoterapi reedukatif dimana psikoterapi suportif ini memberikan motivasi atas dukungan agar pasien mengalami percaya diri, sedangkan psikoterapi reedukatif dilakukan dengan memberikan pendidikan secara berulang. Selain itu ada psikoterapi rekonstruksi, psikoterapi kognitif dan lain-lain.
Terapi psikoreligius
Terapi ini dengan menggunakan pendekatan agama dalam mengatasi permasalahan psikologis mengingat dalam mengatasi atau mempertahankan kehidupan seseorang harus sehat secara fisik, psikis, sosial, dan sehat spiritual sehingga stress yang dialami dapat diatasi.


Daftar pustaka:
Potter, Perry. 2005. Fundamental of Nursing: concepts, process and practice. Edisi 4. Jakarta; EGC

Senin, 28 Oktober 2013

Ngintip sedikit mengenai OPTIMASI BLOG UNTUK INFORMASI KESEHATAN

Artikel mengenai optimasi blog untuk informasi kesehatan ini akan menerangkan bagaimana cara mengoptimasikan blog dan hubungan blog dengan informasi kesehatan.
A.      Blog graphic from Istock.jpgPengertian blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (Wikipedia).

B.      pc-security-computer-doctor-300x218.jpgPengertian sistem informasi kesehatan
Sistem informasi kesehatan (SIK) merupakan suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan disemua tingkat pemerintahan secara sistematika dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyaraka.

C.      Hubungan antara blog dan sistem informasi kesehatan
simk.jpgHubungan antara optimasi blog untuk informasi kesehatan yaitu bahwa dalam sistem informasi kesehatan erat kaitannya dengan data, dimana terdapat hubungan antara kualitas data dalam sistem informasi kesehatan juga teknologi informasi dalam sistem informasi kesehatan. Selain itu sistem informasi kesehatan juga membutuhkan pendataan yang cepat, informasi yang akurat, dan keputusan yang tepat.

D.      Cara mengoptimalkan blog
setting_blog-pref.jpgAda beberapa hal yang harus diperhatikan dalm pembuatan blog yaitu sebagai berikut:
1.       How to get
2.       How to change
3.       How to use
4.       Words is key
Jadi, dalam untuk mengoptimalkan blog sebelum membuat postingan kita harus memperhatikan hal-hal diatas, karena dalam optimasi blog hal-hal tersebut jadi landasan pencari dan mempermudah dalam pencarian.
Selain itu masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam optimasi blog yang mempermudah dalam pencarian CEO  sebagai berikut.
1.       Judul
a.       Unik, artinya dalam pembuatan judul harus unik dan menarik.
b.      Komunikatif, komunikatif dalam pembuatan judul akan membuat penasaran para pengunjung blog dan akan me
2.       Deskripsi
a.       Unik, dalam pendeskripsian ini apa yang dideskripsikan harus menarik dan tidak membosankan pembaca.
b.      Informatif, apa yang dideskripsikan harus memberikan informasi kepada pembaca.
3.       Content
Dalam pembuatan konten sebaiknya tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek, karena jika konten atau isi terlalu panjang akan membuat pembaca bosan untuk membalas, sama halnya jika konten itu terlalu pendek akan membuat pembaca enggan untuk membacanya.
4.       Fashion
Dalam optimasi blog selain kontennya bagus harus diperhatikan juga keselarasan konten tersebut. Dalam pembuatan blog kita harus fokus dan konsisten, hal-hal teresebut akan mempermudah dalam pencarian CEO.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Mau tahu tentang OPTIMASI BLOG UNTUK INFORMASI KESEHATAN ?

Oke guys kita langsung seret aja mata kita buat liat dan baca teks-teks dibawah ini, yuk mari kita come on.
            Kalo kita lihat  judulnya yaitu mengenai ‘Optimasi Blog untuk Informasi Kesehatan’ setelah tau judulnya ini kalian pasti bertanya-tanya kan apa sih maksudnya optimasi blog untuk informasi kesehatan? Nah pada awalnya saya juga sama tuh bingung pas waktu diketemukan dengan kata’ optimasi blog untuk informasi kesehatan’, tapi dengan diberikannya penerangan dari dosen kita yang ciamik dan caem yaitu dosen SIK di kampus saya, ilham saya mulai terbuka tuh dan sedikit-sedikit paham juga mengenai optimasi blog untuk sistem informasi kesehatan ini.
            Oke, kita mulai buka aja mengenai optimasi blog untuk sistem informasi kesehatan, kita mulai dari pengertian blog, menurut Wikipedia sob bahwa blog itu merupakan singkatan dari web blog yaitu bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan  (yang dimuat sebagai posting) pada sebuh halaman web umum. Jadi  blog itu tulisan yang kita buat dalam web sob catatan atau tulisan itu bisa berupa diary, kegiatan kiat sehari-hari, termasuk kuliner, fashion, dan lain-lain. Dalam blog ini kita juga bisa sharing berbagai hal sob mulai dari pelajaran sekolah, pengetahuan, ataupun pengalaman. nah itu juga sob yang dikatakan dosen saya. Sekarang kita masuk ke sistem informasi kesehatan, pengertiannya nih bahawa sistem informasi kesehatan (SIK) merupakan suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan disemua tingkat pemerintahan secara sistematika dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyaraka. Itu sob yang saya dapat dari http://npermana.mhs.uksw.edu/2012/11/sistem-informasi-kesehatan.html. hubungan antara optimasi blog untuk informasi kesehatan yaitu bahwa dalam sistem informasi kesehatan erat kaitannya dengan data, dimana terdapat hubungan antara kualitas data dalam sistem informasi kesehatan juga teknologi informasi dalam sistem informasi kesehatan. Selain itu sistem informasi kesehatan juga membutuhkan pendataan yang cepat, informasi yang akurat, dan keputusan yang tepat.

            Dalam mengoptimasikan blog ada beberapa hal yang harus diperhatikan, ada beberapa hal yang harus kita prtimbangkan diantaranya how to get, how to change, how to use dan kata kunci. Artinya kalo kita ingin mengoptimasikan blog sebelum kita menulis sesuatu kita harus seolah-olah menjadi seorang pencari data tersebut sob itu tuh yang dikatakan Bapak Gerry waktu pertemuah kuliah. Kemudian ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan dalam pemuatan judul, deskripsi, dan optimalisasi konten. Untuk mengoptimasikan blog kita kita harus memperhatikan judul yang akan kita buat dintaranya judul yang kita buat harus unik, komunikatif, singkat dan deskriptif. Dalam pendeskripsiannya juga hal-hal seperti deskripsi harus informatif dan juga unik. Kemudian dalam optimalisasi konten sebaiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu singkat, kmudian harus niche artinya fokus dalam topik yang dibahas. Tidak lupa dengan desain dan aksebilitasnya sob yang perlu kita perhatikan yaitu keseimbangan atau keindahan warna yang digunakan, atribut yang menarik, kelengkapan menu, gambar, atau header, dan mudah diakses, dengan memperhatikan hal-hal diatas tadi maka optimasi blog akan bagus sob terutama optimasi blog untuk informasi kesehatan.

Kamis, 17 Oktober 2013

BLOG DALAM SISTEM INFORMASI KESEHATAN


BLOG DALAM SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Dalam postingan kali ini saya akan menceritakan mengenai pelajaran SIK yang telah dilpelajari, langsung saja kita ke materi yang dibahas.
Kita lihat judul dari postingan diatas “Blog Dalam Sistem Informasi Kesehatan”. Kenapa sih ngeblog? Adakah kaitannya blog dengan sistem informasi kesehatan? Jawabannya ada kaitan, karena sistem informasi kesehatan erat kaitannya dengan data, kualitas data, dan teknologi informasi.
Dengan adanya sistem informasi itu akan mempermudah kita dalam menemukan data sesoorang, misalkan dalam pendataan pendaftaran pasien suatu puskesmas, disisi lain adanya sistem informasi berupa data dalam sistem informasi kesehatan akan mempermudah pemantauan dari pemerintah karena adanya teknologi informasi yang mendukung.
Dalam sistem informasi kesehatan sangat membutuhkan: pendataan cermat, informasi akurat, keputusan cepat. Pendataan cermat dalam sistem kesehatan sangat dibutuhkan karena dengan kecermatan itu sangat penting dalam sistem kesehatan. Kemudaina inormasi yang akurat dibutuhkan supaya dalam mecari suatu data itu akurat dalam artian tepat.
Ada beberapa tingkatan dalam ngeblog diantaranya. Pengunjung, tema, photos, sharing, update, template, emal, posting, iklan. Template itu dibutuhkan dalam blog untuk mempercantik blog yang kita buat ada banyak berbagai template yang tersedia dalam blog tinggal kita seting saja yang mana yang kita sukai. Posting, dalam blog kita dapat memposting berbagai macam tulisan atau informasi baik dari keseharian atau suatu materi edukasi. Tema, tema  disini merupakan topik atau ke konsistenan kita dalm memposting misalkan tema blog kita mengenai kesehatan ibu hamil.
Ada tambahan juga mengenai hosting dan domain. Domain merupakan alamat, sedangkan hosting tempat alamat itu berada.

Senin, 30 September 2013

POSYANDU


BENTUK-BENTUK PENDEKATAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT
Bentuk-bentuk pendekatan dan partisipasi masyarakat terdiri atas posyandu, posyandu balita, dan primary health center (PHC)
A.      POSYANDU
Posyandu adalah suatu  forum komunikasi, ahli teknologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategi dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Sebagai  pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan, keluarga berencana, pusat pelayanan keluarga berencana, serta pos kesehatan yanag dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan  dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS.

a.       Tujuan Posyandu
Tujuan pokok dari pelayanan terpadu adalah empercepat penurunan angka kematian ibu dan anak, meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR, mempercepat penerimaan NKKBS, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan, dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat. Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan  kepada  masyarakat dilakukan dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografis.

b.      Sasaran Posyandu
Sasaran dalam pelayanan posyandu antara lain: bayi berusia kurang dari 1 tahun, anak balita usia 1 sampai 5 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, serta wanita usia subur.

c.       Kegiatan Posyandu
1.       Lima kegiatan posyandu (panca krida posyandu)
a.       Kesehatan ibu dan anak
b.      Keluarga berencana
c.       Imunisasi
d.      Peningkatan gizi
e.      Penanggulangan diare
2.       Tujuh kegiatan posyandu
a.       Kesehatan ibu dan anak
b.      Keluarga berencana
c.       Imunisasi
d.      Peningkatan gizi
e.      Penanggulangan diare
f.        Sanitasi dasar
g.       Penyediaan obat esensial


d.      Pembentukan posyandu
Posyandu dibentuk dari pos-pos, seperti: pos penimbangan balita, pos imunisasi, pos keluarga berencana desa, dan pos kesehatan.

e.      Persayaratan pembentukan posyandu
Penduduk RW setempat dengan criteria paling sedikit terdapat 100 orang balita, terdiri atas 120 kepala keluarga, disesuaikan dengan kemampuan petugas (bidan desa), jarak antara kelompok rumah, serta jumlah KK dalam satu tempat atau kelompok tidak terlalu jauh.

f.        Alasan pendirian posyandu
Alasan pendirian posyandu adalah sebagai berikut.
1.       Posyandu dapat memberikan pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit dan PPPk sekaligus dengan pelayanan KB.
2.       Posyandu dari masyarakat untuk masyarakat dan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap upaya dalam bidang kesehatan keluarga berencana.

g.       Penyelenggaraan posyandu
1.       Pelaksanaan  kegiatan  adalah anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan setempat dibawah bimbingan puskesmas.
2.       Pengelola posyandu adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari kader PKK, tokoh masyarakat formal dan informal, serta kader kesehatan yang ada diwilayah tersebut.

h.      Lokasi atau letak posyandu
Lokasi  posyandu hendaknya ditempat yang mudah didatangi oleh masyarakat, yang ditentukan oleh masyarakat sendiri. Letak posyandi bias merupakan lokasi tersendiri. Bila tidak memungkinkan, dapat dilaksanakan  dirumah penduduk, balai rakyat, po RT/RW, atau pos lainnya.

i.         Pelayanan kesehatan yang dijalankan
Berikut ini pelayanan kesehatan yang terdapat dalam posyandu.
1.       Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
-          Penimbangan bulanan.
-          Pemberian makanan tambahan bagi yang beratnya kurang.
-          Imunisasi bayi 3-14 bulan.
-          Pemberian oralit unutk menanggualangi diare.
-          Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama.
2.       Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.
-          Pemeriksaan kesehatan umum.
-          Pemeriksaan kehamilan dan nifas.
-          Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah.
-          Imunisasi TT untuk ibu hamil
-          Penyuluhan kesehatan dan KB.
3.       Pemberian alat kontrasepsi KB.
4.       Pemberian oralit pada ibu yang terkena penyakit diare.
5.       Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama.
6.       Pertolonhan pertama pada kecelakaan.

B.      POSYANDU BALITA
Tugas-tugas kader posyandu dalam rangka menyelenggarakan posyandu dibagi tiga kelompok, yaitu:
1.       Tugas sebelum hari buka posyandu atau disebut juga tugas pada hari H- posyandu.
2.       Tugas pada hari buka posyandu atau disebut juga tugas pada hari H posyandu.
3.       Tugas setelah hari buka posyandu atau disebut juga pada H+ posyandu.
Berikut ini tugas kader pada hari H- atau saat persiapan hari buka posyandu.
1.       Menyiapkan alat dan bahan, meliputi: alat penimbangan bayi, KMS, alat peraga, alat pengukur LLA, obat-obatan yang dibutuhkan (pil besi, vitamin A, oralit), dan bahan materi penyuluhan.
2.       Mengundang dan menggerakan masyarakat, yaitu member tahu ibu-ibu untuk datang ke posyandu.
3.       Menghubungi  pokja posyandu, yaitu menyampaikan rencana kegiatan  kepada kantor desa dan meminta mereka untuk memastikan apakah petugas sector bias hadir pada buka posyandu.
4.       Melaksanakan pembagian tugas, yaitu menentukan pembagian tugas di antara kader posyandu, baik untuk persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.
Berikut ini tugas kader pada hari buka posyandu dengan tugas pelayanan system lima meja.
Meja I
1.       Pendaftaran, mendaftar bayi/balita, ibu hamil, menyusui, dan pasangan usia subur.
2.       Pencatatan bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur, menuliskan nama balita pada KMS dan secarik kertas yang diselipkan pada KMS serta menuliskan nama ibu hamil apda formulir atau register ibu hamil.
Meja II
penimbangan balita, ibu hamil, dan mencatat hasil penimbangan pada secarik kertas yang akan dipindahkan pada KMS.
Meja III
Pengisisan KMS (kartu menuju sehat) kemudian memindahkan catatan hasil penimbangan balita dari secarik kertas ke dalam KMS.

Meja IV
1.       Diketahui berat badan anak yang naik atau tidak naik, ibu hamil dengan risiko tinggi, dan PUS yang belum mengikuti KB.
2.       Penyuluhan kesehatan, menjelaskan data KMS atau keadaaan anak berdasarkan data kenaikan berat badan yang digambarkan dalam grafik KMS kepada ibu bayi/balita dan memberikan penyuluhan kepada setiap ibu dengan mengacu pada data KMS anaknya atau hasil pengamatan mengenai masalah yang dialami.
3.       Pelayanan PMT, oralit, vitamin A tablet zat besi, pil ulang, dan kondom.
Member rujukan kepuskesmas. Apabila diberikan untuk balita, ibu hamil dan menyusui berikut ini:
-          Balita: apabila berat badannya dibawah garis merah (BMG) pada KMS, dua kali pemeriksaan berturut-turut berat badannya tidak naik, terlihat sakit (lesu-kurus, busung lapar, diare, rabun mata).
-          Ibu hamil atau menyusui: apabila keadaanya kurus, pucat, bengkak, atau gondokan.
-          Orang sakit
Memberikan pelayanan gizi dan kesehatan dasar oleh kader posyandu, misalnya member pil darah (zat besi), vitamin A, oralit, dan sebagainya.
Meja V
Meja V  merupakan pelayanan sector yang biasanya dilakukan oleh petugas kesehatan, PLKB, PPL, dan lain-lain. Pelayanan yang diberikan adalah sebagai berikut.
1.       Pemberian imunisasi, pemberian pil penambah darah (pil besi), vitamin A, dan obat lainnya.
2.       Pemerikasaan kehamilan.
3.       Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
4.       Pelayanan kontrasepsi  IUD dan suntikan.
Untuk meja I-IV dilaksanakan oleh kader kesehatan. Sedangkan untuk meja V dilaksanakanoleh petugas kesehatan diantaranya; dokter, bidan, perawat, juru imunisasi, dan sebagainya.
Berikut ini tugas kader setelah hari buka posyandu.
1.       Memindahkan catatan-catatan dalam kartu menuju sehat kedalam buku register atau buku bantu kader.
2.       Menilai (mengevaluasi) hasil kegiatan dan merencanakan kegiatan hari posyandu pada bulan berikutnya.
3.       Kegiatan diskusi kelompok (penyuluhan kelompok) bersama ibu-ibu yang lokasi rumahnya berdekatan (kelompok dasawisma).
4.       Kegiatan kunjungan rumah (penyuluhan perorangan), sekaligus untuk tindak lanjut dan mengajak ibu-ibu datang keposyandu pada kegiatan bulan berikutnya.
Prinsip Dasar
Prinsip dasar posyandu diantaranya adalah sebagai berikut.
1.       Posyandu merupakan usaha masyarakat dimana terdapat perpaduan antara pelayanan profesianal dan non-profesiaonal (oleh masyarakat).
2.       Adanya kerjasama lintas program yang baik (KIA,KB, gizi, imunisasi, penanggualangan diare) maupun llntas sektoral ( =departemen kesehatan RI dan BKKBN).
3.       Kelembagaan masyarakat (pos desa, kelompok atau pos timbang, pos imunisasi, pos kesehatan, dan lain-lain).
4.       Mempunyai sasaran penduudk yang sama (bayi 0-1 tahun, anak balita 1-4 tahun, ibu hamil, PUS).
5.       Pendekata n yang digunakan adalah pengembangan dan pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD) atau primary health center (PHC).
Persiapan Sosial
Persiapan masyarakat sebagai pengelola dan pelaksana posyandu seerta masyarakat umum sebagai pemakai jasa posyandu.
Langkah-Langkah Pembentukan
Langkah-langkah pembentukan posyandu balita adalah sebagai berikut.
1.       Perumusan masalah
a.       Survey mawas diri.
b.      Penyajian hasil survey (loka karya mini).
2.       Perencanaan pemecahan maslah
a.       Kaderisasi sebagai pelaksana posyandu.
b.      Pembetukan pengurus sebagai pengelola posyandu.
c.       Menyusun rencana kegiaatan posyandu.
3.       Pelaksanaan kegiatan
a.       Kegiatan posyandu sekali sebulan atau lebih.
b.      Pengumpulan dana sehat.
c.       Pencatat dan laporan kegiatan posyandu.
4.       Evaluasi
a.       Evaluasi hasil kegiatan yang sedang berjalan.
b.      Evaluasi hasil kegiatan sesuai dengan batas waktu yang telah diterapkan.
5.       Kesimpulan
a.       Posyandu merupakan kegiatan yang telah dilakukaan oleh masyarakat dalam bentuk pos timbangan, PMT (pemberian makanan tambahan), pos kesehatan, dan sebagainya. Adanya motivasi baru merupakan bentuk operasional dari pendekatan strategi keterpaduan 5 program atau KB kesehatan guna mempercepat penurunan angka kematian bayi, balita, penurunan angka fertilitas dalam rangka mempercepat terwujudnya norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS).
b.      Peranan lintas sektoral dan linas program berpengaruh dalam keberhasilan posyandu.
c.       Peningkatan peran secara aktif masyarakat akan meningkatkan daya  guna dan hasil guna posyandu.
d.      Alih teknologi dan sewakelola masyarakat merupakan aspek dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan
Pelaksanaan posyandu melibatkan petugas dari puskesmas, petugas BKKBN sebagai penyelenggara pelayanan profesianal, serta peran serta masyarakat secara aktif dan poitif sebagia penyelenggara pelayanan non-profesiaonal terpadu dalam rangka alih teknologi dan swakelola masyarakat.
Pelaksanaan  ditnjua dari segi petugas posyandu adalah sebagai berikut.
1.       Pendekatan yang digunakan adalah pembangunan dan pembinaan PKMD.
2.       Perencanaan terpadu tingkat puskesmas (micro palnning), lokakarya mini.
3.       Pelaksanaan melalui system lima meja dan alih teknologi.
Dari segi masyarakat:
-          Kegiatan swadaya masyarakat yang dihrapkan dengan adanya kader kesehatan.
-          Perencanaan melalui musyawarah masyarakat desa.
-          Pelaksanaan melalui system lima meja.
Dukungan lintas  sektoral sangat diharapkan mulai dari tahap persiapan, perencanaan, bahkan saat evaluasi/ penilaian dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dalam segi motivasi maupun teknis dari masing-masing sector.
                Posyandu pasca-otonomi daerah menjadi mati suri. Hal ini disebabkan oleh banyaknya daerah yang beranggapan bahwa posyandu bukanlah sector strategis. Akibatnya, pemerintah daerah setempat tidak menjadikan posyandu sebagai program  prioritas di bidang kesehatan dan tidak mengalokasikan anggaran yang cukup. Merebaknya kasusu balita bergizi buruk pada tahun 2005 berujung pada revitalisasi posyandu. Di Jawa Timur, mulai tahun 2006 menjadikan posyandu sebagai program utama, bahka telah menganggarkan alokasi dana APBD cukup besar. Danaa tersebut difokuskan pada pemberian uang insentif bagi kader posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, dan melengkapi sarana prasarana diposyandu seperti alat timbangan dan lainnya.

Daftar pustaka.
Mubarak Wahid Iqbal dan Cahyatin Nurul. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.